[Cerpen] Gendong Mikul
“Sesuai wasiat, warisan ini dibagi sesuai syariat Islam. Gendong mikul.” Kalimat itu meluncur dari mulut Idhar dengan nada yang terukur, nyaris seperti bacaan tahlil yang telah dihafal di luar kepala. Ia mengucapkannya sopan, bahkan terlalu sopan untuk situasi yang sarat kepentingan. Telapak tangannya bertumpu di atas lutut, punggungnya tegak, seolah ia sedang duduk di hadapan […]
Continue Reading